Kisah Rimba Kurniawati: Dari Lumajang Menjadi Lulusan Terbaik FIP Unikama Berkat Pengabdian dan Karya

Kisah Rimba Kurniawati: Dari Lumajang Menjadi Lulusan Terbaik FIP Unikama Berkat Pengabdian dan Karya

FIP – Gelaran Yudisium Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menjadi momen bersejarah bagi Rimba Kurniawati, S.Pd. Mahasiswi angkatan 2022 asal Desa Tempursari, Kabupaten Lumajang ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan dan keraguan bukan penghalang untuk meraih puncak prestasi. Gadis yang akrab disapa Rimba atau Nia ini resmi dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Program Studi PGSD sekaligus Lulusan Terbaik Tingkat Fakultas (FIP).

Bagi Rimba, capaian gemilang ini bukanlah target utama yang ia patok sejak awal masuk kuliah. Motivasi terbesarnya sangat sederhana, yakni menjalankan tanggung jawab secara konsisten dan tidak ragu memanfaatkan setiap peluang yang ada. Support sistem utama dari keluarga dan orang-orang terdekat pun menjadi lentera semangat serta sumber doa yang tak pernah putus selama ia menuntut ilmu.

Aktif Berinovasi: Mengembangkan Game Edukasi hingga Bermusik di Gu Ru Studios

Selama masa perkuliahan, Rimba dikenal sebagai sosok yang adaptif dan gemar mengeksplorasi potensi diri di luar kurikulum  reguler. Portofolio pengalamannya sangat beragam, mulai dari menulis buku antologi, berpartisipasi dalam ajang cipta puisi dan kompetisi esai, hingga mengikuti program  MBKM Mandiri.

Salah satu milestone penting dalam perjalanan akademisnya adalah keterlibatannya dalam Program Pembinaan  Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Lewat program ini, Rimba berkontribusi aktif merancang game RPG edukatif bernama Carya Quest. Kiprah tersebut kemudian membawanya dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Bagian Pendidikan di Gu Ru Studios.

“Melalui dinamika tim di Gu Ru Studios, saya memahami makna sejati dari grow together. Tumbuh bersama itu bukan cuma soal melangkah maju beriringan, tapi juga saling merangkul saat ada yang ragu dan turut bangga atas pencapaian satu sama lain. Kehadiran orang lain sering kali membuka mata kita bahwa potensi diri sebenarnya jauh melebihi apa yang kita bayangkan,” tuturnya.

Disiplin Menaklukkan Tantangan Diri

Menavigasi dinamika dunia kampus tentu tak lepas dari tantangan. Menurutnya, musuh terbesar sering kali bukan dari luar, melainkan rasa lelah, manajemen waktu, dan dinamika pribadi. Rimba meyakini bahwa mengambil jeda atau beristirahat bukanlah bentuk kegagalan, melainkan momentum untuk menata ulang strategi serta fokus prioritas.

Tiga kebiasaan kunci yang membawanya mempertahankan konsistensi akademik hingga lulus:

Komitmen tinggi terhadap tenggat waktu tugas tanpa membiasakan perilaku menunda.

Fokus menyimak perkuliahan di kelas serta mencatat poin-poin krusial dari dosen.

Selalu memberikan performa maksimal pada setiap tanggung jawab yang dipercayakan.

Keteladanan sang Ayah, doa tulus Ibu, kehangatan keluarga, serta bimbingan dari para dosen FIP Unikama menjadi energi utama yang memantapkan langkahnya.

Memegang Teguh Ora et Labora demi Kebermanfaatan

Menutup sesi berbagi pengalamannya, Rimba menitipkan pesan motivasi bagi seluruh mahasiswa FIP Unikama agar tidak goyah oleh penilaian skeptis orang lain.

“Pegang teguh prinsip Ora et Labora—berdoa dan bekerja. Lakukan peran kita sebaik-baiknya, lalu sandarkan hasilnya kepada Tuhan. Jangan biarkan rasa takut gagal menghentikan langkah kita. Ingatlah bahwa mereka yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorai-sorai,” tegasnya.

Mengantongi gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) tidak lantas membuat langkahnya berhenti. Rimba berencana melangkah ke jenjang studi yang lebih tinggi, berkarier di dunia pendidikan, serta terus memproduksi karya tulis. Baginya, predikat lulusan terbaik FIP Unikama ini adalah titik awal untuk terus belajar dan menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Pendaftaran Mahasiswa baru dapat melalui link berikut: https://pmb.unikama.ac.id/

info lebih lanjut : Follow akun Instagram FIP @fip.unikama atau Tiktok @fip_unikama

Scroll to Top