FIP – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang adaptif dan berkualitas. Pada Kamis, 9 Juli 2026 lalu, FIP sukses menyelenggarakan seminar kolaboratif bertajuk “Etnopedagogi Digital: Menghidupkan Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Berdampak”. Mengambil tempat di Ruang Abdoel Radjab dan menggandeng Gajayana TV, acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini membuka wawasan baru mengenai sinergi antara kemajuan teknologi dan pelestarian tradisi.
Acara yang dibuka langsung dengan sambutan dari Dekan FIP UNIKAMA, Dr. Cicilia Ika Rahayunita, M.Pd., ini menjadi langkah nyata fakultas dalam merespons tantangan globalisasi. Alih-alih membiarkan generasi muda kehilangan arah di tengah derasnya arus digital, FIP justru memanfaatkan instrumen teknologi modern untuk memperkuat identitas budaya Nusantara.
Kualitas seminar ini semakin berbobot dengan hadirnya para pakar yang kompeten di bidangnya. Tampil sebagai pembicara pertama adalah Dr. Yuli Ifana Sari, M.Pd., salah satu dosen berprestasi kebanggaan FIP UNIKAMA. Dalam pemaparannya, beliau menyoroti urgensi untuk tidak melepaskan mahasiswa dari akar kebudayaannya. Ia menegaskan bahwa teknologi modern, mulai dari Kecerdasan Buatan (AI), pembuatan konten, hingga produksi siniar (podcast), merupakan media strategis untuk mengemas ulang nilai-nilai luhur kemasyarakatan. Melalui pendekatan ini, filosofi hidup seperti gotong royong, toleransi, kesederhanaan, hingga penghormatan terhadap orang tua dapat ditransmisikan dengan cara yang jauh lebih relevan dan mudah diterima oleh Generasi Z serta Alpha.
Melengkapi diskursus inspiratif tersebut, sosok dosen berprestasi FIP UNIKAMA lainnya, Dr. Arnelia Dwi Yasa, S.Pd., M.Pd., hadir sebagai pembicara kedua yang membawa perspektif taktis mengenai pergeseran metode pembelajaran. Ia memaparkan bahwa etnopedagogi digital memaksa dunia pendidikan untuk meninggalkan metode hafalan teoretis dan beralih pada aksi nyata yang memupuk kepedulian lingkungan. Dengan memanfaatkan perangkat digital seperti Google Earth dan infografis interaktif, mahasiswa diajak untuk turun langsung memetakan kerentanan ekologis sekaligus potensi budaya di wilayah mereka. Hal ini bertujuan untuk menekan risiko gagap budaya (culture shock) dengan cara menjembatani teori akademis dan realita dinamika sosial masyarakat.
Seminar ini dirancang sebagai fondasi pembekalan strategis bagi mahasiswa sebelum mereka diterjunkan dalam program pengabdian, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Dampak dari lokakarya ini pun telah terlihat dari antusiasme mahasiswa yang kini tengah menggarap berbagai inisiatif Project-Based Learning (PJBL).
Beberapa karya inovatif yang sedang dikembangkan oleh para mahasiswa meliputi digitalisasi rute budaya desa, komik digital bermuatan toleransi, hingga produksi video dokumenter pahlawan lokal untuk media sosial. Pada akhirnya, langkah kolaboratif ini menegaskan pesan kuat dari FIP UNIKAMA dan para pendidik terbaiknya: kemajuan teknologi bukanlah ancaman bagi tradisi, melainkan wadah paling potensial untuk menyalakan kembali ruh kearifan lokal.
Pendaftaran Mahasiswa baru dapat melalui link berikut: https://pmb.unikama.ac.id/
info lebih lanjut : Follow akun Instagram FIP @fip.unikama atau Tiktok @fip_unikama



